|
|
 |
 |
|
Sunday, April 03, 2005
Huzaifah..- for u
I got a new album today..Mirwana...sebenarnya dah lama teringin nak beli..tapi baru kesempatan hari ni..Minggu ni shj dah banyak belanja utk sort of things..actually, i love their nasyid escpecially Aku Tanpa CintaMu dan Permata...Tapi basically beli sebab nak bagi pada adik--Huzaifah...maklumlah remaja-remaji sekarang senang sangat terpengaruh dgn muzik barat..nak dihalang sangat perlu berhikmah..so ana gunakan cara yang ana tahu dia akan suka...Mirwana,,, their have a very harmony vocal arrangement..Apapun dalam apa jua bidang yg kita ceburi mesti ada check-balance.ada kritikan membina..Baru lah ada keseimbangan dalam amalan kita...Tidak kiralah dalam hiburanislam atau sebagainya..Appaun jaga batas-batas keharusan dalam berhibur..kita berhibur dengan had-had keharusan yg telah ditetapkan ulama..' Insyallah ana akan ulas tentang hiburan dalam Islam..insyallah..jika Allah izinkan..buat masa sekarang belum berkesempatan. Minggu depan akan pulang dan bercuti selama tiga bulan...Doakan segalanya khir...
Posted at 03:14 am by nailofar
jundatullah
Friday, April 01, 2005
Jejak ilmu.. menjejaki serpihan ilmu, Emban diri menjadi perkasa Walau hakikat sukma bergelut jiwa
Posted at 09:43 pm by nailofar
jundatullah
Thursday, March 31, 2005
assalamualaikum...
semoga sahabat-sahabat semua berada di dalam perlindungan, maghfirah dan RahmahNya insyallah.
Alhamdulillah.." khallstu imtihan nhardhah"..exam selesai hari ni..so saja jer paste cerita salju sakinah karya zaid akhtar..penulis yg ana kagumi..sebab ana pun habis imtihan hari nih..Masayallah..imtihan dunia sudah lepas..akhirat?..tiada siapa yang menduga...
Teringat zaman-zaman kecil dulu..ingin belajar ke serata alam melihat luasnya ilmu Allah...terasa beruntungnya menjadi wanita muslimah..di pelihara dan di beri penghormatan yang tinggi dalam Islam..sebelum kedatangan Islam, wanita dilayan ibarat hamba, menjadi medan pemuas nafsu...tapi setelah Islam tiba segalanya bertukar...
Melihat wanita-wanita muslimah serata alam..berpatah, melawan arus mempertahan hijab memberi satu semnagt yg halus utk terus kekal dalam busana muslimah ni..prinsip ana senang sahaja.." Sederhana tapi istiqomah.." apa yang ana percaya dari dahulu itu yang akan ana kekalkan sampai sekrang..selagi diberi kekuatan dari Allah..insyallah...biar kekal berprinsip apa yang kita buat tahu asal usulnya..tahu menyesuaikan dir..segalanya tidak menjadi masalah lagi....Muslimah-muslimah di Britian dan German mengunakan segala daya yg ada utk mempertahan hijab..moga Allah memberi kekuatan yg luar biasa bagi mereka...
Islam dengan segala keistimewaanya tidak sekali-kali mendiskriminasikan wanita..Malah kedatangan Islam meningkatkan martabat wanita..Malah ketika suatu masa dahulu Rasulullah.s.a.w melayan wanita-wanita dangan penuh rasa hormat dan Saidina Umar juga mendengar dan menerima teguran wanita semesa beliau berkhutbah di dalam masjid. Hinggakan Nabi s.a.w bersabda.." Mereka yang paling baik adalah yg paling lembut dengan ahlinya(isterinya)..dan akulah yg paling lembut pada isteriku.."-Al-Hadith..
Melihat senario wanita menjadi imam yg lepas..hati tentu tersentak..segela rasa berbaur mejadi satu..Macam tak percaya pun ada..Ana bangga menjadi muslimah..boleh menjadi imam di kalangan wanita dan tak pernah rasa terpinggir tidak terpilih menjadi imam di kalangan lelaki..Wanita dengan segala keindahan yang Allah berikan pada wanita sebaiknya hanya menjadi ma;mun.Itu hukum alam dan hukum Tuhan..penuh rahsia dan hikmah yang tersembunyi..Ketika membaca satu artkikel di dalam web aminawadud.. hati tersentuh ..memang tersentuh amat,..ana rasa mereka2 yang mengikuti amina wadud dua minggu yg lepas bukanlah mereka2 yang ingin menentang hukum Allah secara dasarnya..tapi mereka yang ingin mecari kebenaran tapi tersilap tuju dan arah...
amina wadud dalang dalam hal ni..masih tidak pasti apakah tujuan yang sebenar tapi ana ingin paste petikan alah seorang jemaah solat itu yg ana buat ana tersentuh..ingin mencari cahaya..tapi tersilap langkah memilih jalan..
ini petikannya..
am going to pray again. I am returning to salat after years away. I am returning because of the woman-led jum’ah that took place today. Something in me that had been knotted in pain has begun to ease. When I was a child, prayer anchored my days. When a relative who didn’t pray took care of me for an afternoon, as the hours passed I felt disoriented, until I realized we had missed salat, which in my family meant everyone gathering, wet from wudu, for jamaat.
Non-Muslim friends sometimes asked ‘Can I watch?’ and were welcome, sitting on the couch swinging their legs while we made our mysterious, marvelous movements When I was a teen, prayer was mine. It fit me, like a soft hijab. It grounded me wherever I was in the world. Lost on the big campus, I knew at least one corner was mine: where I laid my forehead in sujood. Fajr, duhr, asr, mughreb, isha, gave shape to my time. Some days dhuha and witr. In Ramadan, add taraweeh, along with an ihya, staying up all night in prayer, in the last ten days, often with other women. Tahajjud was my goal, too, and once or twice a year, I managed it. Sunna prayers were my friends. Once as a kid I even tried to pray the superogatory prayer after asr, and the grown-ups nudged each other and said,
‘Hey—somebody tell her, there’s no sunnah after asr!’. I loved the recital of Qur’an; it made my heart leap. After I learned tajwid, which requires regular practice, like the violin, I became a Qur’an gourmet, taking sweet pleasure in beautiful technique and knowledgeable recital. Form is important in salat as in everything. How many times did a grown-up gently pull my right hand and lay it on top of my left hand when I was a girl unschooled in the correct postures that give outline to every form, just as the pen outlines an upright aleph or a curled mim. Rise fully after ruku. Observe symmetry in the time you give each posture, as the Prophet did. How people form their feet in juloos says a lot about them—do they choose the rigorous one-flexed-ankle, one-turned-ankle position or, something from the range of easier, more leaning, postures? Which dua do you say between the first and second sajda? My grandmother says ‘rabi ighfir li wa irhamni,’ while my friend says another, for this is a point in salat form where multiple answers are right.
And in the many details, even with accurate form observed, each salat takes the shape of the individual praying, a signature style; each prayer looks like a different work of art. A proper prayer is a work of beauty, how it all comes together, body and spirit one, no separation, the movements smooth, the transitions fluid. Its fruits are abundant. Serenity and sakeena descend. Angels pray beside you. I learned prayer form and Quran from women. My mother is a lifelong leader of women’s Quran tafsir groups. I have prayed behind her countless days of my life. My grandmother before her likewise. I took tajwid with a woman scholar. I have prayed behind women imams all my life.
I have prayed behind illustrious pious Muslim women of our age. Women who have worn down their hearts to a polish with dhikr, who own a treasure of duas. In mixed-gender gatherings, however, none of the women’s piety, proficient recital, good form, or seasoned knowledge of every nook and cranny of prayer, matters. All women are ruled out before any of that is even considered—ruled out by gender alone. A man who doesn’t even observe proper form, his back sloppily sloped in ruku, is the default and permanent choice of imam over his wife whose prayer form is exquisite. A man whose poor qira’a makes me wince automatically assumes the mantle of imam should prayer time come upon him in a group of women, no matter how graced with skill and knowledge they are.
My gangly brother at fourteen, who did not have enough sense to let his body come to full tranquility in each posture at that impatient age, took precedence as imam over my grandmother with her learning and piety, according to the traditions and customs of Islam and the widespread belief of most Muslims, because he was past puberty and so, biologically, was an adult male—meeting the first requirement, which she did not meet. What does this say to us? What it said to me was soul-crushing. Soul-crushing were the answers I got from the Muslims I knew, men and women. Laughter and mocking were common responses whenever I raised the question, ‘Why? Why not women imams?’
Di mana silapnya..mungkin kita menjadi penyebabnya..kurangnya sebaran ilmu...menjadi titik tolak permasalahan ni..tapi paling penting kita tunjukkan arah jalan yg pasti buat mereka2 yg cinta kan Tuhan..seperti di atas tapi tersadung arah dalam memilih pemimpin..Aminah wadud...dalangnya masih tidak diketahui..moga Allah menyelamatkan kita dari pemikran liberal yang membahayakan Islam..insyallah..
Hati ingin benar kembara ke serata alam...menggali hikmah di sebalik kejadian alam, dan penciptaan manusia yg pelbagai..kita dijadikan Allah satu rumpun, satu dunia..untuk mengenali antara satu dan yag lain..
salam kembara..
Posted at 09:00 pm by nailofar
jundatullah
Thursday, March 24, 2005
Antalogi I
Al-Imam Abdullah Al-Haddad: Dan jikalah musibah dan bala' itu bukan untuk mengetahui sifat dunia yang hina, dan menyeru kepada zuhud padanya, dan melebihkan akhirat darinya, nescaya seorang yang berakal itu patut mengiranya sebagai nikmat yang besar.
Antalogi II
Kalaulah bukan kerana kesabaran..
pasti kita tidak dapat bertahan dengan ujian..
Kalaulah bukan kerana iman,
pasti diri tenggelam dalam beban rasa yang mencengkam..
Kalaulah bukan kerana cinta padaNya
Sudah pasti diri makin jauh dari RahmatNya
Kalau lah bukan kerana MagfirahNya
Sudah pasti dri berselirat noda..
Kalaulah..
Bukan keranaMu Tuhan..
Pasti diri hilang arah tuju...
Antalogi III
Pesan Junjungan tercinta: " Sabar itu bukanlah selepas dilanda ujian, tapi apabila sedang d itimpa ujian, itulah erti sabar yang sebenar.." Muhasabah diri..ujian itu penebus salah kita juga..
Antalogi IIII
Di daerah yang lagi satu.." Lari...lari kita di kejar.."..Pantas wanita-wanita muijahidah melempatkan batu-batu yang sempat mereke capai....sambil tangan yang lain memegang erat anak-anak kecil.."..Rumah kita telah dihancurkan..ratap si adik.." Tak mengapa kita masih punya langit untuk berteduh, punya tanah untuk memijak..punya pohon-pohon untuk menjadi dinding, punya maruah suci yang menjadi kendiri, punya Allah untuk menjadi teman..i.." pujuk si kakak..Dalam hati dua jiwa itu.. " Alhamdulillah...lazatnya sabar..akan kami didik adik-adik yang masih kecil menjadi pejuang-pejuang Allah yang sarat iman dan taqwa..."
Dalam gentar hati, dada yang sarat sebak, tubir mata basah juga tanda sabar seorang wanita..
Antalogi IIIII ( Buat diri )
Nah! Kamu yang mengaku mujahidah, ingin merasa manisnya Redha dan Cinta Allah, mengapa mudah melatah, lekas berpatah arang, sedang diri ingin menjadi penghuni syurga, bertemu dengan Allah jua Rasulullah s.a.w juga sahabat-sahabat yang tercinta..Namun, tidak tega memencam rasa..alangkah!!! Benarkah kamu itu mujahidah ansorullah..Benarkah...Astagfirullah..ku pohon kekuatan...dan pengampunan..
nailofar
dalam seribu rasa
Posted at 03:12 pm by nailofar
jundatullah
Wednesday, March 23, 2005
Kala menulis itu, aku teresak di musim syita' di rumahku di Mansurah. Tahun 2003 sebelum pulang ke Malaysia mengetahui teman melansungkan perkahwinan bagiku satu berita yang meruntun emosi. Kekanda yang bersama berada dalam satu pelayaran menimba ilmu sebelum ke Mesir. Menjadi pelajar pertama mendapat pangkat Mumtaz di cawangan Iskandariah. Siti Nur Izzati Hussain. Kekanda berasal dari Terengganu itu kini menetap di Shah Alam dan merupakan teman yang paling bijak dan baik pernah aku jumpa. Kini beliau menetap di shah alam dan kami masih saling menziarahi antara kedua kami. Duhai insan bergelar isteri, Buat pejuang di rantai ini, Sudah termetri janji, Sudah diikat setia, Sudah dibongkar rahsia atma Sudah suluh jiwa Bagai diatur bersama, Engkau melamar, Memetrai janji buat yang halal, Engkau merisik Menyinggah diri sebagai suami, Kini, Rahsia hati, Sudah lumat dalam diri, Kini, Singkap jiwa Telah lerai tersimpul mati, Bisikan garisah, Desis halus berlagu merdu, Telah berpada Menjadi usrah tiada jemu, Berganding membina diri, Bersama menongkat jihad, Bersatu melakar impian Bertaut menyisip abstrak hidup, Berpimpin mengintai kanvas syahid Berjanji memikul perih amanahNya Bersama segala Meredah desak arah hidup Menjunjung asperiasi Sunnah Nabi Menjadi dagang di zaman modenisasi Genggam Sunnah persis genggam bara api….. Isteri Kau sahabatku… Menjadi medan generasi pejuang Ilahi, Mencorak variasi ummah bervisi, Mendidik benih hamba Rabbi, Menyatu tenaga meredah, Turisnya duri untuk menghirup, Lazatnya cinta Rabbi... Suami.. Engkau di sana, Memerah darah, Mengalir keringat, Pasung tenaga, Gelut usaha, Ripuh rasa, Demi damba taman cinta-Nya, Pejuang di siang hari, Pengabdi Tuhan di malam hari Mengejar syahid impian sukma, Yang hidup hanya untukNya… Suami, isteri….. Bukan di sini, Bukan cinta kita matlamat utama Namun, Bersama untuk Cinta Kekasih selamanya.. Bersatu mengemis tulus RedhaNya, Berganding mengait mulus RinduNya, Kita berpaut, bertaut ; hanya.. Untuk, kekal bahagia, Di RaudhahNya.. Lestari di dakapan halus Tuhan Yang Maha Mengerti Segalanya Hanya kerana D.I.A Cinta Agung kita.. Hanyalah keranaNYA HanyaMaka Termetri Janji Ini Nailofar aka Sumayyah Abdul Aziz Hayyu Syarq Mansurah Julai03 Dedikasi puisi di atas buat ukht-ukht yang telah mendirikan rumah tangga, baitul Muslim. perkahwinan bukanlah matlamat ianya hanyalah wasilah untuk menggapai Redha Ilahi..Semoga barakah Allah melimpahi kehidupan antum..bukan di sini, bukan di sini tempat akhir kita. Kunukil sajak ini buat kekandaku semasa aku menuntut di Mansurah. Kekanda Siti Nur Izzati Hussain.Semoga Allah memelihara beliau. Sumayyah Abdul Aziz Mansurah, Julai 2003
Posted at 07:57 pm by nailofar
Monday, March 14, 2005
Setitis tinta..
Andai
sebaris kata
mampu menggambarkan
betapa hebatnya cintaNya
pasti,
tiada yang mencari selain cintaNya..
Andai..
Posted at 05:15 pm by nailofar
jundatullah
Friday, March 11, 2005
Assalamualaikum...
Telah berkata Imam Al-Qhazali di dalam kitab Ihya' Ulumuddin..
" Hati itu ibarat sebuah tasik..dan anggota badan adalah ibarat air -air yang mengalir ke dalam tasik. andai air yang teralir adalah air yang jernih, maka tasik itu akan menjadi air yang jernih dan menyebabkan semua anggota badan menjadi jernih, mulus dan kudus, tetapi andai air di alir adalah keruh maka keruhlah tasik hati kita dan keruhlah juga perbuatan kita. Sebab itulah bekalan yang ada pada hati kita..."
Hati..seketul dagng yang mana Rasulullah s.a.w bersabda " Kerana baiknya hati baiklah segalanya rosak hati rosaklah segalanya...
Begitulah dalam menempuh apa juga ujian, tanamkan dalam diri.." aku ingin bersihkan hati dari segala sifat2 mazmuhah, buruk sangaka hasad juga dengki..
Hati juga memerlukan facial wash, toner,moisterrizer, dll sepertimana kita menjaga muka kita..hati itulah yang leih penting..kerana dengan bersihnya hati akan melahirkan diri yang bahagia walau susah, walau derita walau duka..kerana hati yang bersih, mulus, kudus akan menerbitkan diri yang sentiasa bahagia bersama TuhanNya..
Imam Ibnu Qayyim juga amat meniti beratkan hati..dan anatara cara-cara menjaga hati juga adalah menjaga pandangan dan penglihatan...kerana penglihatan dan pendengaran itulah sumber iar utk hati kita..
Jaga mata,jaga hati, jaga telinga, jaga mulut jaga diri..dari zina-zina kecil
Bak kata Imam Ibnu Qayyim " Setiap anggota badan ada zinanya.."
Wallhu'lam
ya Allah..
kerana Engkau telah kupilih
Maka Engkau setia kukasih...
Posted at 09:00 pm by nailofar
jundatullah
Monday, March 07, 2005
A new born baby...Mujahidah aka srikandi Islam
Assalamualaikum my brother's and sister's Im so happy,delightted . My heart full of warmess, .alhamdulillah last friday..i got a new cute and adorable little sister..Alhamdulillah..im so overwhelming with happiness...SyukranLillah...

these two adorable little girl of course is not my sister...but hopefully she will be like them..full of Iman, and devoted all of her life and death only for Allah....Amin...
3.30.mendapat penggilan suruh pergi ke sec 6 s.alam.menemani umi. Di ptg Jumaat yang barakah. Lahirlah seorang lagi penyambung Risalah dakwah Rasulullah.s.a.w..insyallah
MasyAllah..masa mula-mula pegang terasa getaran yang amat dalam hat. Beginilah Allah tumpahkan rasa kasih walaupun baru sekali kita menatap wajah baby. Kelihatan pipinya yang tembab. Memang tembab pun 3.5kg! Dalam kelapan2 anak ummi, baby nilah yang paling besar. Alhamdulillah..melihat umi yang kesakitan merasa betapa sukarnya menjadi ibu juga betapa besarnya ganjaran ibu yang bersalin.hinggakan andai meninngal semasa lelah bersalin..syurga menjadi maharnya...Subhanallah..
Terasa sejalur rasa yang amat halus melihat wajah adik ni. Semasa Iman-5thn dan Umar-3thn yg dulu tak sempat pula ana beramah2 begini. Dalam kesyukuran yang amat, atas nikmat dan ujian besar juga..hati memanjat doa, agar Allah kurniakan keimanan, ketaqwaan, juga kebarakahan hidup buatnya..menjadi mujahidah ansorullah..insyallah ye dik..barakaluhifik..
Posted at 07:20 pm by nailofar
jundatullah
Monday, February 28, 2005
Assalamualaikum..
galau. usai pulang dari lawatan ke Mahkamah Syariah,Gombak, galau hati memikirkan pengalaman di sana. Tapi rasa untung metah. Sungguh! dunia ibarat pelayaran yang panjang...
Wahai diri,
Hati itu kau pautkanlah pada Tuhan..
Posted at 03:14 pm by nailofar
jundatullah
Friday, February 25, 2005
Assalamualaikum.. Sejak beberapa minggu ni berbagai-bagai perkara terjadi. Perkara yang tak tersangka terjadi telah terjadi, yang disangka pula tak berlaku. Inilah kehidupan. Apapun yang berlaku pergantungan hati dan diri dalam menyelusuri denai hidup mesti hanya pada Allah.. Sekitar dua minggu..
PEMBUNUHAN WANITA-WANITA MALANG Dua hari lepas semasa menatap berita di tv 3m, terpana melihat beritanya. Seorang wanita ditemui meninggal dunia dipercayai di bunuh oleh kekasihnya sendiri. Dibiarkan di dalam bilik air dalam keadaan berlumuran darah dan diikita tangannya dengan tali dipercayai di dera sebelum dibunuh. Kekasihnya yang juga penagih dadah telah daat ditangkap pada masa yang sama juga.Masyallah..inilah dunia. Dalam dua minggu ni telah berlaku 5 pembunuhan membabitkan wanita. MasyAllah. Apa dah jadi..? Harga nyawa yang diberi kedudukan yang mulia di sisi Islam dibuat seolah-olah barang mainan. Ibarat mainan patung 'barbie' lagaknya. Oh tidak..Sedang patung barbie itupun yg tidak bernyawa dibelai dan dijaga dengan baik sekali. Macam haiwan?..Oh tidak haiwan yang tidak di beri akal oleh Allah pun mempunyai secebis rasa bernama perasaan. Oleh itu, apakah bahsa yang selayaknya diberi untuk mereka-mereka yang mebuat perkara yang terhina itu.? Islam dalam prinis Islam nya atau MAQASID SYARIEAYAH amat menjaga hak manusia. DAn antara salah satunya adalah HAK NYAWA. Dan utk menjaga kemuliannya nyawa itu maka Islam telah menetapkan hukum hudud dan qisas juga diat bagi mereka yang melakukannya. Bukan senang utk mempermainkan nyawa manusia. Rasulullah s.a.w seemdiri pernah bersabda. : "Tidak halal darah muslim itu melainkan tiga perkara, apabila dia murtad setelah Islam, berzina setalah berkahwin, juga membunuh tanpa hak, maka bunuhlah mereka."Riwayat Imam Tarmizi Lihatlah sahabat-sahabat semua,,bukan senang menumpahkan darah dalam Islam.nywa adalah amanah berharga yang perlu dijaga benar oleh kita. Tapi kenapa makin menjadi kejadian bunuh, rogol dan sebagainya. Dalam New Strait Times 17/2/05 yg lepas, satu kejadiann yang tak tersangka berlaku, Seorang gadis malang berbangsa cina di temui mati di Banting Selangor. 17 tahun baru umur dia. . kesian dia. Mangsa baru tiba di Malaysia bulan lepas. Pelajar di Kolej Matin Negeri Sembilan berasal dari Cina. Jesteru sahabat-sahabat semua ari kita selongkari hikmahnya. Beginilah andai hukum Islam tak dilaksanakan. Kita tahu memang bukan mudah utk melaksanakannya. Jadi kita perlu menyiapkan segala jentera yang diperlukan. Ilmu, kemahiran, dan sebagainya. Kta takut andai segala jenayah2 ni makin menjadi-jadi. Nauzubillah. Bila hukum Islam dipinggirkan beginalah jadinya. Kita doakan kesejahteraan bagi mereka2 yang telah terbunuh itu. Moga Allah mencucuri Rahmat atas mereka. PANAS DAN GETARAN Pasti sahabat2 semua maklum dalam dua bulan ni tahap kepanasan makin meningkat. Hinggakan salah satu tasik di Pahang telah kering. Dalam masa yang sama, di kampus ana sering berlaku getaran yang tiba2. Pada mulanya kami biasa sahaja, tapi bila dgr cerita dari sahabat2 yang lain rupanya mereka semua terkejut. Hingga ada anoouncment suruh student keluar dari blok. Ada yang takut hinggakan buka Al-Quran kuat2. Ada dialog macam ni. " Takutnya sampaikan buka Al-Quran yang selama ni dah lama tak buka." Ada kolej yang samapai terbuka2 laci bilik mereka, Nailofar pula biasa shj. Cuma keesokkan hari lepas tu, keluar berita di Iran berlaku gempa bumi. Sambil melawak2 dengan kawan2 sempat berkata' Mungkin ni kesan gegaran di Iran." :) ketawa je lah sahabat ana tuh..Apa hikmahnya. panas..antara tanda-tanda kiamat beginalah cuaca yang makin panas. kepanasanyn sehangat dosa-dosa penghuni bumi terutamnya malaysia. isu artis yang ditangkap Jawi itu juga memberi kesan juga. Cumanya kita doakan agar Allah bukakan hati dia. Anggap dia sebagai insan jahil yang perlu diberi petunjuk Sementalah pula dia adalah anak suadara sahabat ibu ana. Tapi apa yang menyedihkan apabila instrumen kerajaan- JAWI, pihak autoriti Jawi ditekan dengan sehebatnya oleh media-media masa . Teringat Doktor Sano Kutub berkata semalam di dalam kelas IJtihad. " Sekarang ni orang awam yang memberi arahan kepada ulam apa yang boleh dibuat hukum dan apa yang tak boleh dibuat hukum ". Ini realitinya sekarang pihak yang authoriti ditekan pihak atasan. Media-media masaa pula mengexploitasikan isu ni.Seolahnya pihak yang di beri tanggungjawab sebenarnya ibarat boneka yang diikat kaki dan tanganyya. Jangan isu ratu cantik dulu berulang sudahlah. kalau kita lihatkan isu ni, kita memang tak berlaku kasar,kena berhikmah. Tapi kadangkala kasar juga adalah hikmah. Bila reformis-reformis di beri layanan yang kasar, tiada siapa pula ingin terngadah. NAh! di manakah keadilan...Jangan gajah di depan terlihat sedang nyamuk di sisi tak kelihatan. Jangan tercicip membutakan mata melihat kebenaran. Kita berbicara atas dasar ilmu, kebenaran tanpa ada prajudis pada mana-mana pihak.. Jangan yang munkar enjadi ma'ruf dan a'ruf menjadi munkar. Makin panas pula malaysia ni nanti. Berkenaan gegaran tuh hanya lah kesan bom bukit di sini. Analoginya, sedangkan baru gegaran sedikit masing sduah tercicip ketakutan, apatah lagi Hari Kiamat nanti, anak dalam kandungan pun boleh kegugruan.. Isu JAWI : Disko Zouk Diserbu , Haniff Basree? BAKAL MELIHAT DUNIA Dalam debaran menanti insan baru melihat dunia. Siapa dia?..tunggu dan tolong doakan semuanya selamat. Menjadi semulia Maryam, Seindah Nabi Yusuf dan sebijak Luqman..insyallah
ISU PURDAH ana paste aa yang ana tulis dalam ruangan komen blog sahabat ana ukht ainul (sebenarnya isu purdah ni adalah cabang..(furu') terpulang mahu pakai atau tidak..ikut maslahah dan mudarah..tapi yang[pelik dan sedihnya pihak berkuasa lebih kisah mrk yang berpurdah dari yg terang-terangan tak menutup aurat..Nah! bagaiman ni...gajah di depan mata di lupakan sedang nyamuk di hujung terperasa n pula..islam itu fleksibel, ringan dan memudahkan. Tapi bila soal2 seperti ni dibangkitkan kita lihat dua pertembungan. seperti kaedah feqhiah.Bila berlakunya dua pertembungan..Maslahah dan Mudharat.Di dahulukan mudarat..masalah or berpurdah itu kehendak individu. Bebas. Terpulang. Tak mengancam keselamtan pun. Masalahnya sekarang bila perkara yang kecil cuba dibesarkan2. Yang lebih penting sekarang macam mana nak selesaikan mrk2 yang tak menutup aurat tu?kesian shbt ana-ukht laila. Baru2 ni mneceritakan didenda 50.0 ats sebab memakai purdah sedang dia tak diberi notis pun.Setelah b'bincang diturunkan ke 10.0.Bukanlah niat mecipta provokasi tapi bagaiman dgn mrk yang berjean sendat. bertudung sekadar cukup2 makan.keluar berdua2 sampai tgh malam duduk bersantai tepi longkang di kolej tu?tu lebih penting. Kita abaikan dulu soal purdah krn ianya adalah kecil sangat dan tak mendtgkan masalah keselamtan pun. Malah sahabt2 arab ana disini ramai yg pakai.Kita tumpukan masalah yang lebih besar iaitu mrk yang tak menutup aurat dan bersosial tahap mebahayakan diri, iman dan islam.Itu lebih penting.Itu sebenarnya "gajah di depan mata bukan nyamuk diseberang.." berkenaan dgn dua pertembungan itu..kalau berlaku dua pertembungan. Bolehlah kita buka purdah utk maslahah yg lebih besar.Sebab ianya bukan wajib. Contohnya apabla kita memakainya menyebabkan kita bergaduh dgn ibuayah.Maka di situ, kita utamakan ibuayah... mengulas pendaapat HabbatulBarakah... " di mesir siswi membantah apabla disuruh membuka niqob di keduatan pelajar malaysia ".. menjawab persoalan itu.. ana selaku bekas pelajar sana dan pernah memakai niqob menjawab. Apabila ana dan sahab2t ke sana ke kedutaan, kami akan membuka niqob atas arahan. Nah, alangkah tidak benar kenyataaan habbatulbarakah. walaupun malu tapi memandangkan ada masalah2 yang lebih besar iaitu pengurusan2 di embassy maka kami ikutkan shj. )-- ana cuma paste apa yang ana tulis dlm ruang komen salah seorang sahabat ana sbab tak sempat mengulas lanjut.
Posted at 02:33 pm by nailofar
jundatullah
|
|

Emm..only a person that still search the true luv which is Allah's luv..only want to gain Allah's pleasure..eventough the path was so narrow
|
|